Rapat percepatan pemenuhan syarat administrasi dan teknis Bersama Wagub Sulteng

Palu, 16 September 2025. Dalam rangka mempersiapkan pemenuhan fasilitas sebagai bandara internasional, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar rapat percepatan pemenuhan syarat administrasi dan teknis di Ruang Polibu.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., dan dihadiri Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.AP., Asisten Pemerintahan dan Kesra Fahruddin D. Yambas, S.Sos, M.Si, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Rudi Dewanto, S.E., M.M., Kepala Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Prasetiyohadi, S.T., S.H., M.H., serta perwakilan dari Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, dan sejumlah OPD provinsi maupun kota.

Harapan masyarakat Sulawesi Tengah untuk bisa terbang langsung ke luar negeri semakin dekat. Status Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu kini resmi naik kelas menjadi bandara internasional setelah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 dan KM 38 Tahun 2025.

Langkah percepatan yang dipersiapkan antara lain pembentukan tim teknis, penyesuaian anggaran, penambahan panjang landasan, perluasan lahan untuk perputaran pesawat, hingga pengadaan peralatan penunjang seperti X-ray. Pemprov juga akan bersurat kepada Pemerintah Kota Palu agar segera merevisi RTRW dan RDTR sesuai dengan persyaratan teknis bandara internasional.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menegaskan bahwa target pemerintah adalah pada tahun 2026 bandara benar-benar sudah melayani penerbangan internasional.

“Jangan sampai masyarakat hanya mendengar status internasional, tetapi belum ada penerbangan ke luar negeri. Karena itu, kita susun skema jangka pendek, menengah, dan panjang. Tahun depan kita upayakan penerbangan ke Cina dan negara lainnya, serta seluruh fasilitas sudah sesuai standar,” jelas Wagub.

Kepala Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Prasetiyohadi, S.T., S.H., M.H., menyampaikan bahwa runway tengah dioptimalkan agar bisa didarati pesawat berbadan lebar seperti Airbus A330. Untuk itu, dibutuhkan pembebasan lahan seluas 36.000 m². Selain itu, renovasi terminal juga akan dilakukan akhir tahun ini sehingga bandara siap menerima penerbangan internasional.

Dalam jangka panjang, Bandara Mutiara ditargetkan membuka rute langsung ke Jeddah untuk mempermudah keberangkatan jamaah Haji maupun umrah dari Sulawesi Tengah. Negara-negara lain yang berpotensi menjadi tujuan penerbangan internasional dari Palu antara lain Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Turki, Malaysia, hingga Eropa.

Dengan berbagai langkah percepatan yang tengah disiapkan, kehadiran Bandara Mutiara sebagai bandara internasional diharapkan tidak hanya membuka akses penerbangan langsung ke luar negeri, tetapi juga menjadi pintu gerbang baru bagi kemajuan ekonomi, investasi, perdagangan, dan pariwisata Sulawesi Tengah.

Doc & Jurnalis : HUMAS MSAJ 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *