





Palu, 8 Oktober 2025 — Dalam rangka meningkatkan kesiapan pelayanan penerbangan internasional, Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri Palu menggelar Rapat Koordinasi bersama Direktorat Jenderal Imigrasi-Tempat Pemeriksaan Imigrasi (DIT-TPI). Kegiatan ini menjadi langkah penting menuju kesiapan operasional bandara sebagai gerbang udara internasional di Sulawesi Tengah.
Rapat dihadiri oleh Kepala Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri, Bapak Prasetiyohadi, S.T., S.H., M.H., didampingi Kepala Seksi Keamanan dan Pelayanan Darurat, Bapak Rasud Muhamad, S.H., serta Kepala Seksi Teknik dan Operasi, Bapak Winariyanto, S.E.
Sementara dari Direktorat Jenderal Imigrasi-Tempat Pemeriksaan Imigrasi (DIT-TPI) hadir perwakilan Direktorat Jenderal Imigrasi, Bapak Fierman Hadinanta beserta tim, yang turut memberikan paparan teknis terkait kebijakan terbaru pelayanan keimigrasian di bandara internasional.
Dalam rapat tersebut,membahas berbagai aspek penting yang mendukung kesiapan layanan keimigrasian dan pemeriksaan internasional, di antaranya:
- Ketersediaan dan kesiapan autogate di area kedatangan dan keberangkatan internasional, guna mempercepat proses pemeriksaan bagi pelintas asing maupun WNI.
- Penataan ruang pemeriksaan imigrasi yang ramah pengguna dan memenuhi standar keamanan serta privasi penumpang.
- Integrasi sistem jaringan dan konektivitas data antara bandara dengan pusat data Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memperlancar proses verifikasi secara real-time.
- Koordinasi alur penumpang agar proses pemeriksaan berjalan tertib, efisien, dan sesuai standar pelayanan internasional.
Selain itu, turut dibahas penerapan aplikasi digital “All Indonesia Tempat Pemeriksaan Imigrasi”, inovasi dari Direktorat Jenderal Imigrasi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik di seluruh tempat pemeriksaan keimigrasian Indonesia.
Aplikasi All Indonesia mengintegrasikan empat sistem pelaporan dari kementerian/lembaga, yaitu Satu Sehat (Kementerian Kesehatan), E-Customs Declaration (Bea Cukai), Arrival Card (Imigrasi), dan Karantina. Dengan 33 field pengisian, aplikasi ini hanya memerlukan waktu sekitar 2 menit 33 detik, jauh lebih cepat dibandingkan metode manual sebelumnya yang memakan waktu hingga 10 menit.
Aplikasi ini dapat diakses melalui web resmi atau diunduh di Playstore dan Appstore, serta berlaku bagi WNI, WNA, dan awak pesawat. Satu akun dapat digunakan untuk mengisi data hingga 10 orang, dan pengisian dapat dilakukan hingga H-3 sebelum keberangkatan. Bagi warga negara subjek BVK (Bebas Visa Kunjungan), setelah mengisi All Indonesia, pengguna dapat langsung melewati autogate tanpa pemeriksaan manual tambahan.
Melalui rapat koordinasi ini, Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri dan Direktorat Jenderal Imigrasi-Tempat Pemeriksaan Imigrasi (DIT-TPI) berkomitmen memperkuat sinergi dalam mewujudkan pelayanan keimigrasian yang cepat, modern, dan berstandar global, sejalan dengan visi Bandara Mutiara Sis Al-Jufri untuk menjadi bandara internasional yang unggul dan berintegritas.
“Kolaborasi dengan pihak Imigrasi ini sangat penting dalam memastikan kesiapan layanan internasional berjalan optimal, sehingga dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa penerbangan,” ujar Kepala Bandara Prasetiyohadi di akhir pertemuan.
Dengan langkah konkret ini, Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri Palu terus berupaya menghadirkan pelayanan terbaik dan berkelas dunia, menjadikan Palu sebagai gerbang udara yang menghubungkan Sulawesi Tengah dengan dunia internasional.
Dengan berakhirnya Close Meeting Audit Keselamatan ini, diharapkan Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri dapat menindaklanjuti seluruh rekomendasi hasil audit secara cepat dan tepat. Langkah ini penting agar kesiapan operasional bandara benar-benar maksimal saat mengemban status sebagai Bandara Internasional.
Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri bukan hanya menjadi pintu gerbang udara Sulawesi Tengah, tetapi juga simbol kemajuan daerah dan kebanggaan masyarakat. Ke depan, melalui penguatan aspek keselamatan, peningkatan layanan publik, dan dukungan dari seluruh stakeholder, bandara ini diharapkan mampu mendorong konektivitas global, memperluas jaringan penerbangan internasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kota Palu, Sulawesi Tengah, dan Indonesia pada umumnya.