




Palu, 25 Agustus 2025 – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI melakukan penilaian pembangunan Zona Integritas (ZI) di Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri dalam rangka menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Penilaian ini merupakan bagian dari evaluasi untuk melihat sejauh mana instansi pemerintah mampu mewujudkan reformasi birokrasi, bebas KKN, serta memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
Proses penilaian dilakukan melalui zoom meeting pada Senin (25/8) yang diikuti oleh jajaran pejabat dan pegawai Kantor BLU UPBU Mutiara Sis Al-Jufri. Tahapan selanjutnya, penilaian akan dilanjutkan dengan proses panel serta verifikasi lapangan oleh tim penilai nasional.
Tim Penilai Kementerian PAN-RB, menyampaikan bahwa penilaian ZI berfokus pada enam area perubahan, yakni:
1. Pembentukan Agen Perubahan
2. Motivasi Terhadap SDM
3. Penandatangan Pakta Integritas dan Maklumat Pelayanan
4. Pembinaan Karakter Bersama Korem Tadulako
5. Edukasi Keuangan Bersama OJK Prov. Sulawesi Tengah
6. Publikasi Penyampaian Zona Integritas
“Upaya ini merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bebas dari korupsi sekaligus memastikan peningkatan kualitas pelayanan publik. Integritas kelembagaan diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat dan para pemangku kepentingan,” ujar Tim Penilai Zona Integritas Kemenpan.
Sementara itu, Kepala BLU UPBU Mutiara SIS Al-Jufri, Bapak Prasetyo Hadi, ST., SH., MH., menegaskan bahwa pembangunan ZI merupakan langkah penting sekaligus sejalan dengan meningkatnya peran strategis bandara setelah ditetapkan sebagai bandara internasional melalui KM 37 Tahun 2025.
“Sebagai pintu gerbang Sulawesi Tengah, Bandara Mutiara SIS Al-Jufri memiliki peran penting mendukung program prioritas nasional, mulai dari penguatan logistik, hilirisasi kawasan industri Morowali, pengembangan KEK Palu, hingga peningkatan pariwisata berkelanjutan. Dengan status internasional, bandara ini diharapkan mampu memperlancar arus barang, jasa, investasi, dan mobilitas masyarakat, serta memperkuat daya saing Kawasan Timur Indonesia,” jelas Prasetyohadi. Lebih jauh, ia menambahkan bahwa keberadaan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga motor penggerak pembangunan daerah Sulawesi Tengah melalui penciptaan peluang usaha, lapangan kerja, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Sejak tahun 2018, Bandara Mutiara SIS Al-Jufri telah berjuang konsisten membangun Zona Integritas melalui berbagai inovasi, penguatan tata kelola, dan peningkatan pelayanan publik. Harapannya, di tahun 2025 ini perjuangan panjang tersebut dapat terbayar dengan diraihnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sehingga semakin memperkokoh kepercayaan masyarakat serta mendorong semangat seluruh insan bandara untuk terus menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik.” jelas Prasetiyohadi.
“Dengan pencapaian WBK, kami berharap Bandara Mutiara SIS Al-Jufri dapat menjadi contoh bagi unit kerja lain dalam membangun zona integritas yang bebas dari korupsi”
Doc & Jurnalis : Humas MSAJ 2025
satu Respon
semoga tercapai apa yang diharapkan
maju terus bandara MSAJ!!